ROY JADI PETANI
Lelaki memiliki wanita, tapi dia dimiliki semua. Dia memang harus pergi, tapi juga harus kembali, karena ada yang mengasihi dan dikasihi." (Heri H Harris Balada Si Roy, episode Karnaval)
***
Saat menulis novel "Balada Si Roy", ada kekhawatiran nanti para perempuan akan mencengkeram lengan pasangannya sambil berkata sedih sedikit mengancam. "Yayang, awas! Kamu jangan pergi-pergi kayak Roy, ya! Pasti rinduku padamu nanti akan bergelora. Kalau tetep nekat pergi, ya sudah..."
Kekhawatiran saya ternyata tidak terbukti. Justru mereka mencari lelaki seperti Roy dan traveling bareng. Yang terjadi malah banyak ibu yang protes lewat surat ke saya, agar menyetop Balada Si Roy! Mereka mendapati anak-anaknya tidak pergi sekolah dan memilih traveling seperti "Roy".
Setelah tahu "Roy" itu tokoh fiksi rekaan saya, mereka melayangkan surat. Saya ingat betul, surat-surat itu datang dari Sumatra, Kalimatan, dan Sulawesi. Paling banyak dari Kalimantan.
Akhirnya saya hentikan di buku ke 10 dan Roy jadi petani!
*) Lukisan Roy jadi petani oleh Januar Benthoni Thamrin . Thanks, ya!
























































